Tampilkan postingan dengan label Menakar Pesan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menakar Pesan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Februari 2013

Menakar Pesan 2

Langsung menyimpulkan bahwa penyebab suatu peristiwa adl konspirasi atau pengalihan isu adl wujud kemalasan berpikir tingkat akut
#31 Januari 2013#

Membacakan cerita detektif utk anak tercinta tiba2 jadi teringat dgn kisah2 detektif masa anak2, terutama karya Dwiyanto Setyawan dan Bung Smas. Di mana ya mendapatkan buku2 itu skrg?
#31 Januari 2013#

Membayangkan ada tafsir baru atas dongeng anak2 Indonesia, misalnya saja Bawah Putih dan Bawang Merah kemudian berbaikan dan berikutnya sama2 menjadi pemburu ganderuwo spt perluasan tafsir Hansel dan Gretel itu :)
#31 Januari 2013#

Jumat, 25 Januari 2013

Menakar Pesan 1

Mengapa kebanyakan lelaki suka sepakbola? Alternatif jawabannya adl sepakbola mengandung tafsir "kebertubuhan" plg beragam dibandingkan olahraga lain, bahkan tinju yg lbh frontal. Jalan tafsir atas tubuh yg berbeda dgn seni
-- 25 Januari 2013

###

Pesan "Laskar Pelangi" kemungkinan adl isi media dgn turunan terbanyak di Indonesia belakangan ini. Setelah novel sbg pesan awal, berturut kemudian lahir film plus OST, serial TV, pertunjukan musikal, dan terakhir song book plus album. Kita tunggu apakah bisa masuk ke media baru dgn hadirnya online game "Laskar Pelangi" misalnya
-- 25 Januari 2013

###

Dari segi ragam format pesan, apa persamaan "Republik Jancukers"(2012) karya Sujiwo Tejo dengan "Rectoverso" (2007) karya Dewi Lestari?
-- 22 Januari 2013

###

Pesan, baik faktual maupun fiksional, selalu berkonsekuensi pd empat hal: ideologisasi, narasi, realisme, dan representasi
-- 21 Januari 2013

###

Teks ("pendakuan" atas pesan/informasi) + Konteks = Realitas?
-- 21 Januari 2013

###

Dua produsen pesan media yg rendah hati, Haruki Murakami dan Mark Knopfler. Karya mereka bagus dan tak memuja-muji diri sendiri terlalu banyak :)
-- 14 Januari 2013

###

Menulis Lagi, Berjuang Lagi

Di akhir tahun mencoba lagi menulis rutin di blog ini setelah sekitar enam tahun tidak menulis di sini, bahkan juga jarang sekali mengunjung...