Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Maret 2013

Nudia Suipi 4

Berteori
Bercinta kasih
Menyayangi realitas dan hal-hal setelahnya
Memahami detail dengan santun
Dogma tak pernah menuntaskan rasa lapar pada pengetahuan


Senin, 04 Februari 2013

Nudia Suipi 3

Jeri juga, padahal bukan perih yang sama kau sesap siang ini
Lari juga, mestinya nikmat yang serasi bekap hidup hampa
Panggilan jua, menugaskan diri tanpa aba-aba sebelum luka yg sama sembuh seperti sediakala
Hidup jua, yang semestinya dijalani dengan setabah-tabahnya..., tanpa pretensi, dengan berani

(1 Februari 2013)

Nudia Suipi 2

Tafsir relasi tak terlacak
Pada apa-apa yang dikenal sebagai mitos
Wacana kuasa tak berpilin
Meniti apa saja kecuali fakta

(31 Januari 2013)

Jumat, 25 Januari 2013

Nudia Suipi 1

Menangkar hasrat awal sekali
Embun air mata itu rembulan
Bersedih, bergundahlah
Asal jangan netes warna kelabu
Bercermin, topeng...
Topeng itu tak juga hilang!
 

(22 Januari 2013)

Strukturalisme (Bersama Max Lane)

Merawat kembali pemikiran dalam dalam
Mengurus lagi hati rendah rendah
Bergelut dengan semesta pengetahuan
Bergulat bersama keintiman pemahaman
Berkawan sajalah dengan tanda tanya tanpa prasangka


(19 Januari 2013)

Kamis, 10 Januari 2013

Ngangkang 3

Berkongsi menghampakan
Bersyarikat mejemukan
Tak ada yang sia-sia selain meributkan persimpangan
Jalan setan atau jalan malaikat
Semuanya tak bekerjasama di pertemuan dua kutub

Bersama itu paradoksal
Teks, konteks dan tindakan ada saatnya menyublim

Semuanya berlalu seindahnya saja

Rabu, 09 Januari 2013

Ngangkang 2

Kita tahu nafsu tak pernah berselibat dengan kata
Stigma pada tindakan selalu tertimpa pada kaummu
Kita tahu kuasa selalu berdarah pada pertemuan
Relasi tak ada bila di kepala hanya uap adanya

Siapa yang berdualitas, siapa yang bermedia?

Selasa, 08 Januari 2013

Ngangkang 1

Biarkan diri kita menyesap pagi tanpa peduli hegemoni
Persimpangan yang sakral dan profan
Perselisihan antara malam yang berbinar dan siang yang belum jelas
Bebaskan diri melangkah, aku dan kamu, dan bertemu kembali sore nanti
Relasi dalam hidup mestinya ditaksonomikan seindahnya saja



Kamis, 03 Januari 2013

Resolusi 3

Puisi itu dituliskan ketika sendirian
Prosa ditasbihkan ketika ada derau di kepala
Opini dibalurkan ketika hasrat berdenting
Wacana dihablurkan ke dunia ketika relasi kuasa antara teks dan konteks dipahami

Tindakan ini: menyesap kopi di pagi yang nyaris hampa
Bermakna ketika niatan tak dikoarkan

Rabu, 02 Januari 2013

Resolusi 1

Hampir semua peristiwa dan efek dari tindakan bukanlah konklusi
Nikmati saja, jalani saja
Hidup apa adanya

Bagi hidup yang fana ini
Semoga bermakna dan kita tak merana

Senin, 31 Desember 2012

Sajak Akhir Tahun 3

Menyumbui waktu
Duri-duri membisu

Mengayau ketidakpastian
Esok bukan sekadar penanda

Menyengkramai duka
Siapa yang takut menghadapi pagi?

Harapan telah cukup untuk dirinya sendiri
Kita tetap di sini tanpa pilihan

: menyusuri sungai waktu

Sajak Akhir Tahun 2

Tindakan dan pemaknaan kemarin tak hanya menjadi sejarah tetapi juga bersenyawa dengan filsafat, kopi, album bagus, bau tanah kala hujan, dan mimpi tak selesai
Noktah yang terhubung dari hari ke-1 sampai hari ke-365 hampir terlalui
Kini yang ada tinggal deru waktu tak henti dan janji setahun yang tak ingin dimaklumatkan lagi

(29 Desember 2012)

Sajak Akhir Tahun 1

Akhir yang bahagia?
Selebihnya hujan tersenyum dan ketidaksabaran mendera
Akhir yang diinginkan?
Melampaui dingin dan asa yang tak tuntas
Sepenuhnya masih misteri
Detik-detik terus diimpi
Toh kita masih di sini
Jadi penyaksi
Akhir adalah awal yang baru

(28 Desember 2012)

Rabu, 31 Oktober 2012

Jeda Panjang

,,,,,,,,,,
,,,,,,,,,,
,,,,,,,,,,
Aku suka caramu memandangku,
seperti aku ini adalah spesies pertama di muka bumi dari jenisku

?????????
?????????
?????????
Kau berkisah bahwa puisi tidak mungkin membawa kegalauan,
puisi selalu menuntun pada yang eksistensial

;;;;;;;;;
;;;;;;;;;
;;;;;;;;;
Ada ruang kosong di antara kedekatan
Ada kemarahan akut dari keheningan

.........
.........
.........
Ada yang mesti selesai,
Kapan kita menuntaskan janji?


Kamis, 11 Oktober 2012

Derap Jantung dan Percepatan (Takdir)

Sebagai sebuah obyek yang kering dan menjengkelkan
Aku tak ingin bereuni dengan jiwa-jiwa terdahulu
Sebagai manifestasi wajah yang membenci dan menghampakan
Mungkin kita hanya perlu meninggalkan semuanya jauh-jauh

Tanpa duniawi lagi?

Sabtu, 06 Oktober 2012

Detak Jiwa dan Persayangan

Siapa yang menemani ketika hari berganti menuju pagi?
Perlahan atau cepat kita mesti meninggalkan semuanya sendiri
Siapa yang hadir di tiap detik ketika tiap hembusan nafas berbulir?
Bertahap atau bersamaan kita harus menyelesaikan tanpa perlu berdalih lagi

Lalu, mengapa terus menjura bila kita sama-sama memahami semua berjalan apa adanya....

Kamis, 04 Oktober 2012

Denting Hati dan Pertobatan

Suatu pagi ada nyali untuk dikunyah
Pada malam hadir hasrat untuk dibakar

Bagi siang hari tak ada hal yang mesti disesali
walau pada sore hari mungkin hati tidak berpulang dengan damai

Naluri dieksilkan dan perjalanan jauh dari selesai

---- Purwokerto, 25 - 26 September 2012

Kamis, 20 September 2012

Pentakziman Hidup

Kasih atau apalah
Sayang apapun bentuknya
Tanpa elektabilitas di pagi hari tak kan berkualitas
Katamu raga tak pernah ada di dunia maya
namun kau berlakukan wacana sama seperti praksis

Tobat atau apalah
Luka apapun narasinya
Tanpa rasa kosong diri tak pernah bermakna
Katamu jiwa tak perlu banyak di dunia nyata
dan mediasi hanya ada di dunia peri

Kamis, 13 September 2012

Bergola Hidup

Kasih merekah malam buta terbelah
Dirimu masih saja berargumen tentang relasi
Otak sisa hati bekas, katamu meracau
Racun

Kita terus saja coba bertransaksi ide
Kosong
Sesekali saling melukai dengan kejam
Sayang menghampa dalam buliran guilt a

Siapa kini yang tak lagi bersahaja?


Selasa, 11 September 2012

Medali Hidup

Kudengar suara hatimu:
faktual, komprehensif, dan juga merdu
Kupahami pikiranmu:
mengatmosfir tak lekang oleh waktu
Mungkin dirimu bertanya: akukah itu?
Aku dan dirimu berdualitas dalam waktu yang tak lekas
Selamanya dan tak seadanya

Menulis Lagi, Berjuang Lagi

Di akhir tahun mencoba lagi menulis rutin di blog ini setelah sekitar enam tahun tidak menulis di sini, bahkan juga jarang sekali mengunjung...