Jumat, 03 Agustus 2012

Dub Youth - Dub Youth (2012)

Dub Youth - Dub Youth (2012)
Sudah lama saya tidak mendapatkan album musisi Indonesia yang bisa mengajak bergoyang seperti album ini. Semua lagu mengasyikkan untuk didengar apalagi menjadi teman berjoget.

Bom kelihatannya menjadi hal penting di dalam album ini. Ada dua lagu yang berkisah tentang bom, baik sebagai metafor atau keadaan sesungguhnya. Terutama lagu "Bombassu" yang menampilkan Jogja Hiphop Foundation. Lagu yang berkisah tentang Yogyakarta yang semestinya menjadi potret bagi Indonesia di mana keberagaman dan kerukunan hidup menjadi rujukan.


Daftar lagu:
1. Heavyweight Champion Sound (Intro)
2. Love 2 C U Dance
3. Whiskey & Wine
4. Dancehall King
5. Bomb Da Town
6. Bombassu (feat. Jogja Hiphop Foundation)
7. Loco
8. Boyz don't Mess (feat.  Yacko & Nova)
9. Millenium Rude Boys

Kamis, 02 Agustus 2012

Genesis - Invisible Touch (1986)

Genesis - Invisible Touch (1986)
Album ini mengingatkansaya pada seorang rekan di masa kecil. Usianya empat tahun lebih tua dari saya namun kami lumayan akrab dan saya terbiasa mendengarkan album-album 1980-an di kamarnya di lantai dua rumahnya yang sempit karena aslinya kamarnya tidak didesain untuk ruangan, hanya langit-langit rumah.

Teman saya itu mengenalkan saya pada penyanyi era 1980-an, baik yang awal seperti Genesis dan YES dan yang tengah, seperti Pet Shop Boys, Duran Duran, dan A-Ha. Nah, album ini termasuk sering saya dengarkan sembari membaca komik silat.

Setelah mulai mengerti musik populer, saya semakin menyadari album ini memang album bagus, salah satu yang terbaik di dekade 1980-an. Semua lagu di album ini bagus, antara lain "Invisible Touch" yang cocok untuk jadi pembuka album, "The Brazilian" yang merupakan lagu instrumental yang menghentak. Lagu ini sempat masuk ke dalam album kompilasi mengenai konservasi lingkungan. Dan tentu saja, lagu "In to Deep". Lagu yang menurut saya menjadi salah satu lagu cinta terbaik sepanjang masa. Lagu ini bicara perpisahan namun tetap dengan penyampaian yang indah dan elegan.

Daftar lagu:
Side one
  1. Invisible Touch
  2. "Tonight, Tonight, Tonight
  3. Land of Confusion
  4. In Too Deep
Side two
  1. Anything She Does
  2. Domino
    1. Part one: In the Glow of the Night
    2. Part two: The Last Domino
  3. Throwing It All Away
  4. The Brazilian

Smashing Pumpkins - Mellon Collie and Infinite Sadness (1995)

Smashing Pumpkins - Mellon Collie and Infinite Sadness (1995)
Salah satu album sangat bagus dari dekade 1990-an ketika Smashing Pumpkins masih bermain secara luar biasa dengan line-up terbaik sepanjang karir. Corgan dkk di album ini membuktikan bahwa kepedihan hati bisa menghasilkan hal lain yang brilian.

Album double ini sangat bagus. Semua lagu bagus, tidak hanya yang dirilis sebagai single, misalnya saja "Muzzle", "In the Arms of Sleep", dan "beautiful". Setelah album ini, Smashing Pumpkins merilis beberapa album yang lumayan bagus namun tidak pernah menyamai album masterpiece ini.
Daftar lagu:

Disc One – Dawn to Dusk
1. Mellon Collie and the Infinite Sadness
2. Tonight, Tonight
3. Jellybelly
4. Zero
5. Here is No Why
6. Bullet with Butterfly Wings
7. To Forgive
8. Fuck You (An Ode to No One)
9. Love
10. Cupid de Locke
11. Galapagos
12. Muzzle
13. Porcelina of the Vast Oceans
14. Take Me Down



Disc Two -- Twilight to Starlight
1. Where Boys Fear to Tread
2. Bodies
3. Thirty Three
4. In the Arms of Sleep
5. 1979
6. Tales of a Scorched Earth
7. Thru the Eyes of Ruby
8. Stumbleine
9. X.Y.U.
10. We Only Come Out at Night
11. Beautiful
12. Lily (My One and Only)
13. By Starlight
14. Farewell and Goodnight























































Pet Shop Boys - Behaviour (1990)

Pet Shop Boys - Behaviour (1990)
Tidak pernah ada kata bosan mendengarkan album ini. Sejak mendengarnya pertama kali sekitar dua puluh tahun lalu mungkin sudah ratusan kali album ini saya dengarkan. Menurut saya album ini adalah karya terbaik dari Pet Shop Boys di mana seluruh lagu di album ini bagus secara merata.

Tidak saja dari aspek musiknya, lirik yang muncul di dalam lagu juga bagus, misalnya saja "Being Boring" yang bicara tentang kelas jetset di Inggris dan beberapa lagu tentang relasi antar manusia dan dinamikanya yang dibidik dengan cara tak biasa. Ada juga kisah unik dari salah satu lagu di album ini, yaitu lagu "This Must Be the Place I Waited Years to Leave" yang nyaris menjadi lagu tema film James Bond. Sayangnya, setelah cukup optimis ternyata lagu mereka tidak terpilih.

Pada tahun 2001 album ini dirilis kembali dalam versi deluxe dengan judul "Behaviour: Further Listening" dengan menambahkan CD bonus yang berisi b-side dari album ini. Bonus CD tersebut memuat daur ulang dari U2, "Where the Streets Have No Name", dengan menggabungkannya dengan lagu "Can't Take My Eyes of You".


Daftar lagu:
1. Being Boring
2. This Must Be the Place I Waited Years to Leave
3. To Face the Truth
4. How Can You Expect to Be Taken Seriously
5. Only the Wind
6. My October Symphony
7. So Hard
8. Nervously
9. The End Of the World
10. Jealousy

CD 2 (Further Listening 1990-1991)
1. It Must Be Obvious
2. So Hard (Extended Dance Mix)
3. Miserabilism
4. Being Boring (Extended Mix)
5. Bet She's Not Your Girlfriend
6. We All Feel Better In The Dark (Extended Mix)
7. Where The Streets Have No Name (I Can't Take My Eyes Off You) (Extended Mix)
8. Jealousy (Extended Version)
9. Generic Jingle
10. DJ Culture (Extended Mix)
11. Was It Worth It (12-Inch Mix)
12. Music For Boys (Ambient Mix)
13. DJ Culture (7-Inch Mix)

Rabu, 01 Agustus 2012

Blur - Parklife (1994)

Blur - Parklife (2012)


Belakangan ini saya tidak memiliki ataupun mengakses album Indonesia yang manarik untuk ditakar, karena itulah saya kembali pada "selera" asal, band-band yang saya sukai pada awal 1990-an. Saya teringat dengan salah satu band yang mendefinsikan Britpop mulai pertengahan dekade 1990-an sampai dengan awal 2000-an, Blur. Ada tiga album Blur yang saya dengarkan dengan intens, yaitu Parklife (1994), the Great Escape (1995), dan Think Tank (2003). Semuanya bagus, namun Parklife-lah yang membuat saya terkesan. Album Blur utuh yang saya dengarkan adalah the Great Escape, namun Parklife yang saya dengarkan kemudian, sungguh membuat saya terhipnotis, apalagi dengan lagu To the End.

To the End pertama-kali saya dengar di album kompilasi Pop is Dead 1, kompilasi "aneh" yang menggabungkan beberapa lagu yang dimasukkan dalam genre alternatif yang memang baru muncul pada saat itu. Pada dekade 1990-an telinga pendengar musik muda memang dibentuk oleh genre ini di mana beragam musik baru muncul walau pada awalnya grunge cukup mendominasi. Aliran alternatif juga merambah band Indonesia sehingga banyak pula band yang terinspirasi olehnya. Uniknya, genre altenatif, karena berada dalam spektrum yang luas, mendorong lahirnya banyak band dengan sound unik, yang pada dekade kedua 2000-an ini terdengar sangat "mewah".

Mendengarkan kembali album ini saya juga teringat dengan polemik persaingan antara Blur dan Oasis yang mengemuka sejak kedua band ini populer. Media seringkali menggambarkan Damon Albarn, pentolan Blur, dengan Gallagher bersaudara, motor Oasis, bertikai bahkan pernah ada dalam situasi konflik terbuka. Namun hal tersebut ternyata hanya dilebih-lebihkan oleh media. Kedua band ini berelasi baik-baik saja. Bila kita lihat dari eksistensi dan karya-karya yang mereka hasilkan, terlihat Blur lebih unggul sekarang. Blur masih eksis dan sedang menyusun album baru, sementara Oasis sudah bubar dan dibarengi permusuhan antara Noel dan Liam Gallagher. Blur juga memproduksi album-album yang secara konsisten bagus sampai pada album terakhir mereka, Think Tank, yang menghasilkan hit Out of Time yang klipnya menimbulkan kontroversi karena bercerita tentang tentara perempuan Amerika di sebuah kapal induk.

Daftar lagu:
  1. Girls & Boys
  2. Tracy Jacks
  3. End of a Century
  4. Parklife
  5. Bank Holiday
  6. Badhead
  7. The Debt Collector
  8. Far Out
  9. To the End
  10. London Loves
  11. Trouble in the Message Centre
  12. Clover Over Dover
  13. Magic America
  14. Jubilee
  15. This Is a Low
  16. Lot 105

Jumat, 27 Juli 2012

Sonic Youth - Murray Street (2002)

Sonic Youth - Murray Street (2002)


Pengalaman pertama mendengarkan atau mengakses teks media dari band yang kita sukai itu seperti first love yang kata orang tak mudah mati. Band sebagai produsen teks memiliki karakter sendiri atas output atau pesan yang dihasilkannya. Seringkali kita tidak mendengar album pertama atas suatu band karena berbagai hal, misalnya saja usia kita dan usia band, problem akses, dan juga ketiadaan informasi. Akses saya atas salah satu band yang paling saya sukai, Sonic Youth, juga tidak langsung pada album pertama karena mereka pertama-kali merilis karya pada tahun 1982. Masa yang jauh dari masa di mana saya mulai menyukai musik populer sebagai sebentuk media. Juga karena disebabkan akses dan informasi yang ada ketika saya mulai menyukai musik rekaman.

Saya mulai menyukai Sonic Youth ketika pertama-kali mendengarkan mereka mengintrepetasi ulang lagu "Superstar" milik the Carpenters. Setelah itu saya mulai mencari kaset band ini namun tak pernah mendapatkannya. Akhirnya pada tahun 2002 saya mendapatkan dan mulai mendengarkan utuh album utuh dari Sonic Youth dan segera takjub dengan musik yang mereka hasilkan. Menurut saya album Murray Street  adalah pintu masuk yang bagus untuk mengenal Sonic Youth secara keseluruhan. Sejak album ini saya terus mendengarkan album-album berikutnya dari Sonic Youth dan juga melacak album-album mereka sebelum album ini.

Mengapa saya menyukai album ini dan juga pada akhirnya menyukai Sonic Youth adalah sesuatu yang jelas namun sulit menjabarkannya. Kita memang bisa menyukai dan mencintai sesuatu atau seseorang tanpa perlu menjelaskannya dengan terlalu panjang. Namun yang saya sukai dari album ini, dan juga album-album Sonic Youth yang lain, adalah musik yang mereka hasilkan kombinasi dari alternatif dan jazz. Mereka mengambil alur narasi musik tak biasa ala alternatif dan improvisasi penuh ala jazz. Ketujuh album ini mengandung sessi-sessi panjang gitar yang menarik dan lirik yang absurd, yang membuat saya tidak pernah mendengarkannya terus menerus.

Daftar lagu:
1. The Empty Page
2. Disconnection Notice
3. Rain on Tin
4. Karen Revisited
5. Radical Adults Lick Godhead Style
6. Plastic Sun
7. Sympathy For The Strawberry

Janji

Semua harapan itu bukannya diumbar kepada siapa saja
melainkan diurai dengan detail bagi diri sendiri
Kita yang tak berkuasa pada apa-apa kecuali tindakan
Itu pun mungkin saja terwujud, mungkin juga tidak
Sejauh aksi-aksi eksistensial yang diwujudkan

Seluruh asa ini tidak akan berguna bila hanya dalam benak dan hati
melainkan meruang dan ada pada teks dan waktu yang bersimbiosis
Kita tak mengerti banyak hal kecuali apa yang dialami dan dipelajari
Itu pun bila cara memahaminya benar dan tepat
Sedalam aksi-aksi spiritual yang dipraksiskan

--- pagi bergundah diri ---

Menulis Lagi, Berjuang Lagi

Di akhir tahun mencoba lagi menulis rutin di blog ini setelah sekitar enam tahun tidak menulis di sini, bahkan juga jarang sekali mengunjung...