Pagi terlalu cerah sehingga kau bisa melepas lelah lebih awal
Menyesap kopi pelan-pelan dan tanpa prasangka
Menderitkan kenangan hampa-hampa
Untung saja pantulannya lengkap dan tak terhalang bagai layar
Pagi tak pernah menunggu siapa pun tentu saja
Meluangkan waktu untuk hal yang penting dan tak penting
Bagaimana ruang luka dan medan waktu bisa saling memantulkan imaji?
Tanpa peringatan tiba-tiba saja sebuah janji telah tertagih
Pagi menyeruak paksa-paksa dengan agak brutal
Siapa yang menyangka bukan forum yang tercipta
Hanya tanda-tanda sepanjang titian menyiangi utopia
Kau bilang melangkah saja karena sang pemandu telah menanti
Mungkinkah pagi tak pernah datang?
Lalu, siapa yang mengetuk pintu kuat-kuat membuatmu terjaga?
Kau enggan terbangun karena bagimu semua mimpi itu sama
Sebenarnya kenyataan pun bisa saja angan yang paling reflektif
Bukan seketika sebenarnya mentari melompati kau dan diriku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar