Jumat, 21 September 2012

VA - Onrop! Musikal

VA - Onrop! Musikal (2011)

Saya cukup terlambat mengakses atau mendengarkan album ini. Setahun lalu saya nyaris membelinya di Jakarta. Beberapa minggu lalu album ini bisa juga saya akses langsung ke perwakilan labelnya di Yogyakarta. Album ini sebenarnya wujud kegundahan kita semua di negeri yang sebagian orangnya sok moralis dan mengatur-ngatur padahal sebenarnya mereka menerapkan dominasi dan hegemoni yang sejauh ini gagal. Namun kita tetap berhati-hati dan sadar bahwa upaya menjadikan negeri kita tidak multikultur selalu ada dan bahkan seperti mendapat angin belakangan ini. Kita adalah negeri yang beragam sejak berdirinya. Kita adalah masyarakat yang menyadari kebertubuhan adalah anugerah, tubuh itu suci dan merupakan sarana kita beribadah pada-Nya. Tubuh bukan hal yang pasti "onrop" melainkan cara kita memandang dan "mengada".

Album ini enak didengarkan. Kita jadi tahu sebagian besar isi drama musikalnya tanpa harus menontonnnya dan saya berjanji bila hadir di kota saya, akan saya upayakan betul untuk menontonnya. Berikut ini saya tuliskan kembali catatan dari Joko Anwar, sang sutradara, penulis skenario, dan lirik Onrop! Musikal yang benar-benar jadi esensi dari album ini:

"Album ini kami persembahkan untuk Anda agar setiap saat bisa kembali mengunjungi pulau Onrop dan merasakan keberadaan para penghuninya. Dan agar nanti kalau kita benar-benar berjumpa lagi, kita bisa bernyanyi bersama. Ini adalah kontribusi kecil untuk negeri yang katanya punya Bhinneka Tunggal Ika. Ini adalah usaha kami untuk menularkan semangat pluralisme dan toleransi. Mudah-mudahan ada artinya. Kalau tidak, satu tiket sudah ada di tangan Anda untuk berlayar ke pulau Onrop".


Daftar lagu:
1. Sejauh Ini
2. Moral Oh Moral
3. Danger Wanita
4. Bram Baby, One Kiss Please
5. Pulau Onrop
6. Buku Lebih Baik dari Muvi
7. Ultra Nasionalismo
8. Kalau Nggak Ada Kamu, Apa Gunanya
9. Pengadilan Terhormat
10. Terbuang
11. Pulau Cinta
12. Kenapa Harus Drama
13. Malam Tiba, Dunia Milik Kita
14. Incompatible
15. Mayoritas Bersuara
16. Ini Cuma Cinta (Kalian Takut Apa?)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis Lagi, Berjuang Lagi

Di akhir tahun mencoba lagi menulis rutin di blog ini setelah sekitar enam tahun tidak menulis di sini, bahkan juga jarang sekali mengunjung...