Rabu, 31 Maret 2010

Hanya Karena Sebuah Album


Saya mencoba mengingat, kapan terakhir kali saya tercerahkan oleh konten media tertentu? Menonton lagi “Adaptation” tentu saja mencerahkan, begitu juga membaca lagi buku Bill Kovach & Tom Rosenstiel, “The Elements of Journalism”. Tetapi saya mencoba mengingat, kapan saya mendengar sebuah album yang benar-benar mencerahkan. Bagi penggemar musik seperti saya, waktu terakhir kali tercerahkan oleh sebuah album adalah saat yang penting.

Album yang mencerahkan adalah album yang mampu “mengikat” waktu dan kejadian. Lampau dan kini, demikian juga kejadian kiri dan kanan. Artinya ada momen yang menjadikan kita ingin lebih mereguk keindahan hidup. Album yang mampu melakukan hal-hal begitu sudah agak jarang saya rasakan. Tentunya dengan mengeluarkan dari daftar, band-band favorit saya, Sonic Youth, U2, Depeche Mode, Pearl Jam, Pet Shop Boys, Radiohead, Nine Inch Nails, Manic Street Preachers, dan REM, mereka semua tidak pernah mengecewakan ketika merilis album. Tetapi bagaimana dengan penyanyi atau band lain? Tentunya ada banyak, salah satunya adalah album ini, “Only by the Night” oleh Kings of Leon.

Album ini sebagai sebuah kesatuan lagu, maupun per lagu, adalah materi yang sangat bagus. Album ini, kita putar dengan cara bagaimana pun dari lagu mana pun, album ini tetap bagus karena materinya memang bagus, tidak membosankan, dan beragam. Dan yang terpenting adalah saya merasakan semangat kuat untuk hidup lebih baik lagi. Efek seperti ini mirip ketika saya mendengarkan “Murray Street” dan “Achtung Baby”, atau paling tidak mirip dengan “Ga Ga Ga Ga Ga” oleh Spoon. Untuk itu sudah merindukan banyak hal pada masa lalu saya.

Lagu pembuka “Closer” sudah mengajak kita memasuki atmosfer aneh dari sebuah tempat yang baru kita datangi. Aneh, indah, dan memberikan kita optimisme bahwa kita bisa menaklukkan apa saja. Begitu juga pada lagu kedua dan ketiga.

Album dari band yang mungkin bila ditujukan untuk remaja bernama Followill Brothers ini, membuat saya ingin kembali mengulik album-album lama mereka. Ya, mereka bisa disebut dengan nama “Followill Brothers” karena sejatinya mereka bersaudara, tiga saudara kandung dan satu saudara sepupu. Ternyata ketiga album awal mereka sebelum album ini juga cukup bagus. Aha Shake Heartbreak (2003), Youth & Young Manhood (2004), dan Because Of The Times (2007), menunjukkan perjalanan mereka mencari bentuk. Walau begitu, album “Only by the Night” (2008) inilah mereka menemukan format ideal musik mereka.

Pantas saja mereka dinominasikan mendapatkan Grammy. Album yang keren sekali. Menurut saya seharusnya album ini mendapatkan penghargaan lebih atau paling tidak sama dengan Taylor Swift. Si gadis remaja itu saja mendapatkan banyak sekali Grammy, tujuh bila tidak salah. Semestinya band ini juga.

Selain yang sudah saya kisahkan di awal, album ini berefek positif bagi saya. Hanya karena sebuah album saya memikirkan hal-hal yang saya kangeni. Saya jadi merindukan suasana dan teman-teman dekade 1990-an. Saya juga kangen dengan suasana hati penuh optimisme sekaligus “lembut” seperti ini, katakanlah optimisme yang tidak garang dan meluap-luap, hanya muncul di hati tetapi kita yakin mencapai banyak hal. Sudah cukup lama perasaan semacam ini tak muncul.

Hanya karena sebuah album, album ini, saya jadi ingin mencoba mengulik lagi konsep identitas. Saya pernah meneliti konsep identitas di majalah HAI dengan menggunakan perspektif Foucauldian pada tahun 2000. Dan album ini membuat saya memikirkan riset itu lagi. Ada dua lagu tentang identitas di album ini, kebetulan keduanya menggunakan kata “somebody”, “Use Somebody” dan “Be Somebody”. Pertanyaannya, siapa seseorang itu, siapa kita, dan bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain, juga apa ancangan kita pada identitas yang dibayangkan? Kembara intelektualitas sepertinya menanti lagi dalam topik identitas dan media.

Album ini menunjukkan (kembali) pada saya bahwa inspirasi itu datangnya tidak terduga. Dia datang dari depan atau belakang, kiri atau kanan, dari sebuah album atau mungkin dari sebuah buku suci. Inspirasi bisa datang dari mana saja. Semua orang adalah guru, semua tempat adalah sekolah, kata seorang cendekia pendidikan, dan kita bisa menambahkan, semua pesan media adalah sumber inspirasi.

Apakah mendengarkan album bisa begitu penting? Jawabannya bagi saya, ya. Hanya karena sebuah album, saya merasa dapat menghidupi hidup dengan lebih berani dan ingin lebih berusaha menjadikan hidup saya sendiri kontemplatif. Hanya karena sebuah album hidup pada suatu hari bermula kembali…sebermula adalah kata, sebermula adalah bunyi (yang indah)

Penyanyi : Kings of Leon
Judul : Only by the Night
Tahun : 2008

Daftar lagu:
1. Closer
2. Crawl
3. Sex on Fire
4. Use Somebody
5. Manhattan
6. Revelry
7. 17
8. Notion
9. I Want You
10. Be Somebody
11. Cold Desert

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis Lagi, Berjuang Lagi

Di akhir tahun mencoba lagi menulis rutin di blog ini setelah sekitar enam tahun tidak menulis di sini, bahkan juga jarang sekali mengunjung...