Selasa, 02 Maret 2010

Kenangan dalam Kemasan Kecil


Tadinya saya tidak berniat mereview atau menakar album ini, tetapi ketika melihat Titi DJ dan Diana Nasution menyanyikannya di sebuah acara musik di televisi, saya jadi tertarik. Dua penyanyi dengan suara bagus. Dua "diva" yang berbeda jaman. Serta tentu saja, lagu-lagu yang bagus, membuat saya ingin mendengarkan album ini berkali-kali.

Lagu pada dasarnya adalah media yang mengemas berbagai kenangan personal kita. Selain memiliki fungsi konvensional, menghibur dan mencerahkan hati dan pikiran, lagu bisa membuat kita mengingat kejadian tertentu di masa lalu. Dengan mudah kita mengingat suasana hati atas kejadian masa lalu. Inilah kekuatan sebuah lagu. Bila lagu adalah media yang mengemas kecil-kecil kenangan, album menjadi pengemas yang rada lebih besar. Album mengemas serial kenangan yang kita miliki dalam satu kurun waktu.

Demikianlah album ini bagi saya. Lagu-lagu lama di dalam album ini mengingatkan saya pada masa kecil dulu. Saat tidak mau tidur siang dan tetap bermain dengan cara "melarikan" diri lewat jendela, hujan di siang hari di Lampung yang khas. Saya tidak bisa merasakan hujan yang sama dengan masa kecil sama di daerah lain. Juga beragam kenangan yang baru muncul bila kita mendengarkan soundtrack pada jaman itu.

Ketika lagu-lagu lama yang dulunya dinyanyikan Diana Nasution itu dinyanyikan ulang oleh Titi DJ dalam balutan musik rock, saya merasakan semacam interpretasi ulang atas kenangan. Paling tidak saya semakin menyadari kondisi dan posisi pada masa kini adalah buah dari pilihan-pilihan di masa lalu. Bagaimana bila dulu ayah saya tidak tugas belajar di Yogya? bagaimana bila saya masuk ke SMP "lanjutan" SD saya dulu? bagaimana bila teman-teman yang akrab dengan saya tidak sama? beragam kemungkinan jawaban tentu saja tentatif tetapi bila dulu salah satu pilihannya berbeda, pasti kejadian jaman sekarang juga berbeda.

Titi DJ di album ini selain dibantu oleh Diana Nasution, juga dibantu oleh kelompok vokal bernama Dara Jana dan kehadiran beberapa pencipta lagu, antara lain Melly Goeslaw. Walau begitu, tentu saja kekuatan utama album ini adalah lagu-lagu lama yang pernah dipopulerkan oleh Diana Nasution dalam aransemen baru. Distorsi gitar dalam beberapa lagu justru merupakan kekuatan utama.

Kekurangannya adalah “pengulangan” lima lagu dalam versi karaoke yang muncul. Kekurangannya yang lain adalah, seperti biasa, jualan RBT terlalu kentara. Di luar itu, dengarkan saja album ini sambil mengenang masa lalu.

Mendengarkan album ini saya hanya ingin mengingat beragam kenangan personal saya. Saya tidak ingin menafsirkannya terlalu dalam. Terkadang kita hanya perlu mengingat dan mencerna, tidak perlu terlalu jauh. Begitulah fungsi album ini yang utama.

Judul : Titi to Diana
Penyanyi : Titi DJ
Tahun : 2010
Label : Trinity Optima Production
Harga : Rp. 35.000,-

Daftar Lagu:
1. Jangan Biarkan feat. Diana Nasution
2. Benci tapi Rindu
3. Aku Tak Tahan Lagi
4. Malam yang Dingin feat. Dara Jana
5. Sengaja Aku Datang
6. Dasar Lelaki feat. Dara Jana
7. Hapuslah Sudah feat. Cindy Bernadette
8. Jangan Biarkan feat. Diana Nasution (Karaoke Version)
9. Benci Tapi Rindu (Karaoke Version)
10. Aku Tak Tahan Lagi (Karaoke Version)
11. Dasar Lelaki feat. Dara Jana (Karaoke Version)
12. Malam yang Dingin feat. Dara Jana (Karaoke Version)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis Lagi, Berjuang Lagi

Di akhir tahun mencoba lagi menulis rutin di blog ini setelah sekitar enam tahun tidak menulis di sini, bahkan juga jarang sekali mengunjung...