Jumat, 07 Mei 2010

Sajak-sajak Pulang


menuju tempat di mana semuanya bermula/tempat berangin kencang/ pantai yg cerah/bukit yg akrab/langit yang memeluk/setangkup rindu ini kubawa/mengharap segalanya seperti apa adanya: energi awal yg memperbarui asa

pada sebuah kapal mimpi tak lagi disauhkan/mengarungi selat Sunda asa disegarkan kembali/tiap tarikan nafas adalah misteri sampai kita melewatinya

pulau yang sendiri/ kemana hasrat mesti merepih?/ombak yang terus berkirim kabar/dari mana lagi aku harus memulai?/bila kujatuh hati pada kesepian/pulau yang menyepi

mengapa atmosfer kota ini begitu lekat padaku?/bagaimana bisa air dan debunya membuatku merasa menyatu?/suara terus berbisik tanpa henti/jangan lupakan hidup dan mati/jangan lupakan ketika semuanya bermula

pulang itu konsep yang rancu/menepi sendirian di pojok ruangan dan baru datang bila diperlukan/rumah itu ada di mana sebenarnya?/jarak untuk kembali bukan halangan/kembali pergi ke tempat segalanya coba diraih

pagi, pulau Jawa/vegetasi hasrat di sini berbeda dengan pulau di seberangnya/belukar hati sesemakan hasrat perlu bertahap disiangi/sore, menuju apa yg disebut hibrida pada aksi-aksi sebelumnya

lekas dan lelah/seberapa pun jauhnya/selama apa pun kepergian/kita mesti pulang/terkadang hanya untuk hal-hal sederhana/ruang bersih, terang dan kering/juga mimpi-mimpi yg belum selesai/dan hasrat serta konsep yang tak terjawab/sementara hidup terus bergegas….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis Lagi, Berjuang Lagi

Di akhir tahun mencoba lagi menulis rutin di blog ini setelah sekitar enam tahun tidak menulis di sini, bahkan juga jarang sekali mengunjung...