Jumat, 08 Januari 2010

Suara Yogya yang Indah


Album ini berdasarkan kesan personal saya, bisa dirangkum dalam dua kata, sesal dan kota. Kata “sesal” bisa disematkan pada saya sendiri yang terlambat mengakses album ini. Saya sudah sering mendengarkan pembicaraan mengenai album ini dan juga penyanyinya. Pun saya seringkali melihat album ini di toko-toko CD yang saya kunjungi. Tetapi saya tak jua mengaksesnya. Barulah pada akhir tahun setelah membaca salah satu majalah musik nasional, saya langsung mengakses (mendengarkan) album ini. Lebih baik terlambat daripada tidak mengaksesnya. Begitulah kata orang bijak.

Majalah itu menilai album ini adalah salah satu album terbaik Indonesia pada tahun 2009. Saya juga menilai album ini sebagai salah satu album terbaik di tahun kemarin. Dari sisi musik dan lirik album ini layak menjadi salah album terbaik tahun kemarin walau untuk memasukkannya ke dalam sepuluh album terbaik versi saya, saya harus mengeceknya lagi dengan semesta album yang lain.

Kata lain yang dekat dengan album ini adalah “kota”. Risky Summerbee & The Honeythief adalah band bagus lain asal Yogyakarta. Yogyakarta sebagai sentra pengrajin memang sudah dikenal, termasuk sebagai “pengrajin” musik. Di dalam menghasilkan band bagus dan “berkelas” Yogya bisa disejajarkan dengan Bandung dan Surabaya (Jakarta tidak direken karena memang sudah galibnya). Kota lain yang mungkin juga menjadi sentra pemusik di masa mendatang adalah Bandar Lampung walau sentra musik di sini memiliki arti yang lain. Musik yang gimana gitu….Ah, saya malu untuk membahas musik di kota saya tumbuh ini…hehe…

Lagu-lagu di album ini juga bisa dilekatkan dengan nuansa spasial. Paling tidak itu yang saya rasakan. Kesebelas lagu di album ini adalah lagu-lagu yang indah dan membawa saya merasakan nuansa Yogya dengan cara yang berbeda. Bagaimana pun juga adalah kota kehidupan saya, sebagaimana Bandar Lampung adalah kota masa kecil saya.

Pertanyaan yang mungkin abadi membuka album ini, Do you know what time it is? Di dalam lagu “She Flies Tomorrow” kita bisa bertanya dengan waktu dan tentang perpisahan.Perpisahan yang tidak disesali terlalu mendalam sekaligus juga indah karena lokasi perpisahan justru bisa dijadikan inspirasi yang mendalam.

Lagu “Love Affair no.9” bercerita tentang “permasalahan” cinta tetapi dari sudut pandang berbeda. Simak penutup lagunya…I was standing and wondering / In her mind, I do this all the time….Lagu-lagu lainnya juga lagu-lagu ciamik sebelum Album ditutup oleh instrumental “The Seagull” yang indah. Di antaranya ada “trilogi” favorit saya, “Fireflies”, “Make A Print of Me”, dan “The Place I Wanna Go”.

Simak petikan lirik “Fireflies” yang indah ini: So let me take you all along the riverbank / And hear me say I love you / Yes I will always be your firefly / Come with me…Juga kalimat puitis tentang identitas di lagu “Make A Print of Me”…It’s just another side of me…”Trilogi” tersebut ditutup oleh lagu bernuansa impian, bahkan bisa dibilang sebuah utopia tentang sebuah tempat yang diharapkan. Ketiga lagu inilah, dan juga seluruh lagu di album ini, yang semakin meyakinkan saya untuk meruang (berada dalam ruang) dan mewaktu (menghabiskan waktu sehari-hari) di kota hebat ini. Banyak tempat yang ingin saya kunjungi tetapi Yogya selalu menjadi tempat tinggal fisikal dan selalu ada di hati saya.

Penyanyi : Risky Summerbee & The Honeythief
Album : The Place I Wanna Go
Tahun : 2008
Label : DeMajors

Daftar lagu:
1. She Flies Tomorrow
2. Love Affair No 9
3. With You
4. Flight to Amsterdam
5. Slap & Kiss
6. On A Bus
7. Fireflies
8. Make A Print of Me
9. The Place I Wanna Go
10. I Walk the Country Mile
11. The Seagull

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis Lagi, Berjuang Lagi

Di akhir tahun mencoba lagi menulis rutin di blog ini setelah sekitar enam tahun tidak menulis di sini, bahkan juga jarang sekali mengunjung...